Child See — Identifikasi Dini Anak Berkebutuhan Khusus
Menu
Identifikasi ABK Terstandar

Kenali Potensi
Setiap Anak
Lebih Awal

Child See membantu guru dan orang tua mengidentifikasi hambatan belajar anak SD secara dini dengan instrumen observasi terstandar dan berbasis bukti.

Daftar Gratis → Sudah Punya Akun
4
Kategori
49+
Indikator
100%
Gratis

Kategori Identifikasi

Hambatan yang Dapat Diidentifikasi

Instrumen observasi terstandar untuk hambatan belajar utama pada anak usia sekolah dasar.

Tunadaksa

Hambatan fisik atau motorik yang mempengaruhi kemampuan gerak dan fungsi tubuh anak.

fisik

Down Syndrome

Kondisi genetik trisomi 21 yang menyebabkan hambatan intelektual dan ciri fisik khas.

intelektual

Prader-Willi Syndrome

Kelainan genetik langka yang menyebabkan hiperfagia, hambatan intelektual, dan disregulasi emosi.

intelektual

Fragile X Syndrome

Gangguan genetik terkait kromosom X yang menyebabkan hambatan intelektual dan hipersensitivitas sensorik.

intelektual

Williams Syndrome

Kelainan genetik langka dengan ciri khas kepribadian sangat ramah, hambatan kognitif, dan hipersensitivitas suara.

intelektual

Tunagrahita

Hambatan intelektual yang mempengaruhi kemampuan kognitif, sosial, dan adaptif anak.

intelektual

Disleksia

Kesulitan belajar spesifik dalam membaca dan mengeja yang tidak berkaitan dengan kecerdasan.

akademik

Disgrafia

Kesulitan belajar spesifik dalam menulis yang berkaitan dengan motorik halus dan representasi tulisan.

akademik

Diskalkulia

Kesulitan belajar spesifik dalam matematika dan pemrosesan angka yang tidak berkaitan dengan kecerdasan.

akademik

Slow Learner

Anak yang memiliki kemampuan akademik di bawah rata-rata namun tidak termasuk tunagrahita.

akademik

Tunanetra (Totally Blind)

Hambatan penglihatan yang mempengaruhi kemampuan visual anak.

sensorik

Tunanetra (Low Vision)

Hambatan penglihatan berat namun masih memiliki sisa penglihatan fungsional yang dapat dioptimalkan.

sensorik

Tunarungu

Hambatan pendengaran yang mempengaruhi komunikasi, perkembangan bahasa, dan interaksi sosial anak.

sensorik

Autism (ASD)

Gangguan perkembangan spektrum yang mempengaruhi komunikasi sosial, perilaku, dan pemrosesan sensorik.

mental

ADHD

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas yang mempengaruhi konsentrasi, impulsivitas, dan aktivitas anak.

mental

Gangguan Emosi & Perilaku

Hambatan regulasi emosi dan pola perilaku yang mengganggu fungsi sosial dan akademik anak.

mental

MDVI (Multi-Sensory Impairment)

Hambatan penglihatan berat yang dikombinasikan dengan hambatan intelektual atau hambatan lain yang signifikan.

majemuk

Tunaganda

Kombinasi dua atau lebih jenis hambatan secara bersamaan yang memerlukan penanganan multi-disiplin.

majemuk

Cara Kerja

Hanya 4 Langkah Mudah

01

Buat Akun

Daftar gratis menggunakan email. Tidak diperlukan kartu kredit.

02

Tambahkan Data Anak

Masukkan profil anak yang ingin diidentifikasi hambatan belajarnya.

03

Isi Kuesioner

Jawab pertanyaan observasi sesuai perilaku anak yang Anda amati sehari-hari.

04

Lihat Hasil

Dapatkan laporan otomatis dengan tingkat indikasi dan rekomendasi tindak lanjut.

Fakta Unik

Alasan Kita Harus Mulai Mengenali Sedari Dini

Kapan guru dan orang tua harus memulai tes ini? Sekarang — sebelum hambatan semakin dalam dan sulit diatasi.

1 dari 10 Anak SD Memiliki Kebutuhan Khusus

Berdasarkan riset terkini di Indonesia, diperkirakan 1 dari setiap 10 anak usia sekolah dasar memiliki hambatan belajar yang memerlukan perhatian khusus dari guru dan orang tua.

Identifikasi Dini Meningkatkan Hasil Intervensi 70%

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang diidentifikasi dan mendapatkan intervensi sebelum usia 8 tahun memiliki peluang perkembangan optimal 70% lebih tinggi dibandingkan yang terlambat dikenali.

Guru Adalah Garis Terdepan Deteksi Dini

Guru menghabiskan rata-rata 6–7 jam sehari bersama siswa, menjadikan mereka pengamat terbaik untuk mengenali tanda-tanda hambatan belajar yang mungkin tidak terlihat di rumah.

Instrumen ChildSee Berbasis Standar Internasional

Kuesioner identifikasi dalam ChildSee disusun mengacu pada panduan WHO dan DSM-5 yang telah diadaptasi untuk konteks pendidikan dasar di Indonesia, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Lebih dari 90% Kasus ABK Belum Teridentifikasi

Survei Kementerian Pendidikan mengungkapkan bahwa lebih dari 90% anak berkebutuhan khusus di tingkat SD belum pernah mendapatkan asesmen formal, sehingga kebutuhannya sering tidak tertangani dengan tepat.

Pendidikan Inklusif adalah Hak Semua Anak

Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan inklusif yang mengakomodasi kebutuhan dan potensi uniknya masing-masing.

Tim Pengembang

Tim di Balik Child See

Dikembangkan oleh tim multidisiplin yang berkomitmen pada pendidikan inklusif dan teknologi yang berdampak.

Dosen Pembimbing

Neddyana Pahlawaty, M.Pd

Neddyana Pahlawaty, M.Pd

Ketua Tim Penelitian

Universitas Negeri Jakarta

Dr. Septiyani Endang Yunitasari, M.Pd

Dr. Septiyani Endang Yunitasari, M.Pd

Anggota Peneliti

Universitas Negeri Jakarta

Kholifatul Novita Ningsih, M.Pd

Kholifatul Novita Ningsih, M.Pd

Anggota Peneliti

Universitas Negeri Jakarta

Anastasia Arta Uli, M.Pd

Anastasia Arta Uli, M.Pd

Anggota Peneliti

Universitas Negeri Jakarta

Prince Clinton Immanuel C.D, M.Pd

Prince Clinton Immanuel C.D, M.Pd

Anggota Peneliti

Universitas Negeri Jakarta

Ahasya Isnaini Karim

Ahasya Isnaini Karim

Anggota Mahasiswa Peneliti

Mahasiswa
Hanina Maraya

Hanina Maraya

Anggota Mahasiswa Peneliti

Mahasiswa
Muhammad Ramdhan Syakirin, S.Kom

Muhammad Ramdhan Syakirin, S.Kom

Lead Developer & UI/UX

Tim Eksternal
Bina Cita Indonesia

Bina Cita Indonesia

Mitra Pengembangan Layanan

Tim Eksternal

Legalitas & Inovasi

Info HKI / Paten

Hak Kekayaan Intelektual

Hak Kekayaan Intelektual — Sistem Identifikasi ABK ChildSee

ChildSee telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI atas inovasi sistem identifikasi dini anak berkebutuhan khusus berbasis teknologi informasi. Paten ini mencakup metode skrining, algoritma klasifikasi berbasis skor, serta antarmuka pengguna yang dirancang khusus untuk konteks pendidikan dasar inklusif di Indonesia.

No. Sertifikat: EC002026XXXXXX Diterbitkan: 01 January 2026

Kolaborasi

Partner Pusat Tumbuh Kembang

Bermitra dengan lembaga terpercaya untuk memberikan layanan tumbuh kembang anak yang komprehensif.

Bina Cita Indonesia (BCI)

Bina Cita Indonesia (BCI)

Pusat Tumbuh Kembang Anak yang berfokus pada terapi, intervensi dini, dan pendampingan keluarga ABK di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Kunjungi Website →
Bina Cita Indonesia (BCI) Bekasi

Bina Cita Indonesia (BCI) Bekasi

Cabang Bekasi dari Bina Cita Indonesia, memberikan layanan terapi dan edukasi inklusif untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Kunjungi Website →

Mulai Identifikasi Sekarang,
Gratis

49+ indikator observasi terstandar membantu Anda mengenali kebutuhan khusus anak lebih awal dan mengambil langkah yang tepat.

Daftar Gratis Sekarang →